Grafiti huruf J

Joko, Jihan, Juna, Jaka: semua nama ini diawali kait yang sama, dan kait itulah inti grafiti huruf J. Versi simple cukup berupa batang tegak yang ujung bawahnya berbelok ke kiri. Versi yang lebih keren menurunkan kait di bawah garis dasar lalu menjadikannya alas untuk huruf berikutnya. Pada gambar di bawah, kait itu tampil pendek pada J bubble dan lebar serta bulat pada J wild style.

Buat huruf J di generator Semua huruf A sampai Z

Huruf J dalam 12 gaya grafiti

Ketuk nama gaya untuk membuka huruf J dalam gaya itu di generator, lalu unduh sebagai PNG atau SVG.

Cara menggambar grafiti huruf J

Gambar batang tegak, lalu belokkan ujung bawahnya ke kiri menjadi kait yang lebar. Gemukkan bentuknya, jaga ruang di dalam kait tetap terbuka, beri garis tepi, lalu tambahkan blok 3D. Palang di atas boleh ada, boleh juga tidak, karena kaitlah yang membuat J terbaca.

  1. Batang dan palang. Tarik batang tegak dengan pensil. Kalau mau, tambahkan palang pendek di atasnya yang menjorok ke kiri, seperti pada J wild style di atas.
  2. Turunkan kaitnya. Teruskan batang sampai sedikit di bawah garis dasar huruf lain, lalu belokkan ke kiri dan sedikit naik.
  3. Buka ruang kait. Buat lengkung kait cukup lebar, supaya masih ada ruang kosong di dalamnya setelah hurufnya digemukkan.
  4. Gemukkan dan tebalkan. Gambar garis luar mengelilingi kerangka dan buat kaitnya sedikit lebih berat dari batang. Setelah itu tebalkan dengan spidol hitam.
  5. Gantung dengan 3D. Taruh blok 3D di sisi kanan dan bawah. Di bawah kait, blok itu membuat J tampak seperti menggantung.

Bentuk huruf J

Huruf J hanya punya satu batang dan satu kait, tanpa lubang tertutup. Ruang di dalam kait terbuka ke atas, dan ruang itulah yang paling cepat hilang saat garis tepi dan blok 3D ditambahkan. J bubble kami berdiri tanpa palang dengan kait pendek, jadi hurufnya terlihat ramping, sedangkan J 3D punya kait yang lebih bulat dan naik sampai sekitar setengah tinggi huruf. Kalau dibuat terlalu sempit, J gampang terbaca sebagai I yang bengkok.

Huruf J dalam gaya bubble, 3D, wild style, throw-up, dan tag

Bubble. J bubble kami ramping dan tanpa palang, dengan kait pendek yang membulat ke kiri. Kalau dipakai dalam nama, lebarkan kaitnya sedikit supaya J tidak tenggelam di samping huruf yang gemuk.

3D. Blok biru tua jatuh ke kanan bawah dan terlihat paling jelas di bawah kait yang bulat, sehingga J tampak berat di bagian bawah dan berdiri kokoh.

Wild style. Versi wild style punya palang atas yang menjorok ke kiri dan kait bulat yang lebar, dengan bintik-bintik hitam seperti permukaan batu. Kait selebar ini bisa kamu panjangkan menjadi panah yang menyapu ke bawah huruf berikutnya.

Throw-up. Throw-up J gemuk dan berisi perak, dengan puncak persegi tanpa palang dan ujung kait yang terpotong datar menghadap ke atas. Bentuk sesederhana ini enak digambar cepat: satu tarikan turun, lalu belok ke kiri.

Tag. J tag ditulis dengan palang miring di atas dan batang yang melengkung ke kiri di bawah, seperti tanda tangan. Kaitnya cukup dibuat dalam satu sapuan, tanpa mengangkat spidol dari kertas.

Grafiti huruf j kecil

Grafiti huruf j kecil dalam gaya bubble

Huruf j kecil terdiri dari titik di atas dan batang yang turun lalu berbelok ke kiri. Pada gambar bubble di atas, titiknya berupa bulatan gemuk yang duduk rapat di atas batang, dan kaitnya pendek. Dalam satu kata, biarkan kait j kecil turun di bawah huruf lain. Titiknya boleh kamu ganti dengan bintang atau tetesan, asalkan ada celah yang jelas antara titik dan batang.

Kesalahan umum saat menggambar huruf J

  • Kait yang terlalu kecil. Tanpa kait yang jelas, J terbaca sebagai I atau sekadar batang.
  • Kait yang berbelok ke kanan. J seperti ini terbaca terbalik, apalagi kalau seluruh hurufnya dimiringkan.
  • Seluruh J ikut turun. Yang keluar dari garis dasar cukup kaitnya; kalau puncak J lebih rendah dari huruf lain, awal nama terlihat bolong.

Latihan: nama dan kata berawalan J

Ketuk salah satu untuk melihatnya dalam grafiti, lalu coba gambar sendiri.

Tulis namamu dalam grafiti

Buka generator

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan grafiti huruf J perlu diberi palang di atas?

Palang berguna kalau J-mu terlihat terlalu kurus atau mirip I, karena bagian atasnya jadi lebih lebar. Pada gambar di halaman ini, J wild style dan tag memakai palang, sedangkan bubble, 3D, dan throw-up tidak. Kalau kaitnya sudah besar dan jelas, J tanpa palang biasanya terlihat lebih bersih, terutama di gaya bubble.

Bagaimana menggambar nama berawalan J, seperti Joko atau Jihan, dalam grafiti?

Mulai dari J dan turunkan kaitnya sedikit di bawah garis dasar. Kait itu bisa diperpanjang menjadi sapuan yang berbalik ke kanan, di bawah huruf kedua dan ketiga, sehingga huruf-huruf itu seolah duduk di atasnya. Bagian atas J tetap sejajar dengan huruf lain; hanya kaitnya yang keluar garis. Sebagai perbandingan, lihat JOKO dalam wild style di generator.

Apakah gambar grafiti huruf J ini boleh diunduh?

Boleh, gratis untuk pemakaian pribadi seperti tugas sekolah, media sosial, dan hadiah. Untuk PNG transparan atau SVG, buat huruf J di generator lalu unduh. Untuk pemakaian komersial, baca lisensi gambar (dalam bahasa Inggris).

Dapatkan gaya baru dan bahan cetak

Kira-kira dua kali sebulan: gaya grafiti baru, bahan cetak gratis, dan tips menggambar. Bisa berhenti kapan saja.

Bantu kami jadi lebih baik

Menemukan masalah, atau ingin sesuatu ditambahkan? Ceritakan saja. Kami membaca semua pesan.

Bantu kami jadi lebih baik

Email kamu hanya dipakai untuk ini. Kebijakan privasi