Cara menggambar grafiti huruf I
Buat I lebih lebar dari I biasa, kira-kira setengah lebar O, lalu beri topi di atas dan bawah atau biarkan polos tetapi gemuk. Tambahkan sedikit kemiringan, tebalkan garis tepi, lalu beri blok 3D di satu sisi. Kuncinya, I harus mengisi ruang yang sama dengan huruf di sebelahnya.
- Batang yang lebar. Gambar persegi panjang tinggi kira-kira setengah lebar huruf O, bukan satu garis tipis.
- Topi atau polos. Tambahkan topi pendek di atas dan bawah seperti versi blok, atau biarkan polos dengan ujung membulat seperti versi bubble.
- Beri sedikit gerak. Miringkan atau lengkungkan batangnya sedikit supaya I tidak berdiri kaku seperti tiang pagar.
- Gayakan ujungnya. Bulatkan untuk bubble, buat kotak untuk blok, atau ubah salah satu topi menjadi panah.
- Blok 3D untuk lebar. Tebalkan garis dan pasang blok di sisi yang jauh dari cahaya. Pada I, blok 3D sekaligus menambah lebar yang sangat dibutuhkan.
Bentuk huruf I
I tidak punya ruang dalam sama sekali, bahkan yang terbuka seperti pada huruf L atau T. Tidak ada lubang yang perlu dijaga, tetapi I mudah terlihat lebih ringan dari huruf lain. Di gambar kami, gaya bubble, 3D, wild style, throw-up, dan stencil memakai batang polos tanpa topi, dan semuanya dibuat lebar. Gaya blok, handstyle, neon, dan cursive justru memakai topi di atas dan bawah.
Huruf I dalam gaya bubble, 3D, wild style, throw-up, dan tag
Bubble. I bubble kami berupa batang gemuk dengan sudut membulat, tanpa topi. Kilau putih di ujung atas dan blok cokelat di kanan membuatnya tidak terlihat kurus.
3D. I 3D tinggi dan tipis, tetapi blok biru tua di sisi kanannya hampir menggandakan lebar huruf. Itu cara cepat supaya I tidak tenggelam di antara huruf lain.
Wild style. Wild style I berupa batang yang dimiringkan, penuh bintik hitam, dengan satu kilau di sudut kanan atas. Karena bentuknya sederhana, bintik-bintik itulah yang membuatnya terlihat ramai.
Throw-up. Throw-up I hanya satu balok krom yang dibingkai garis tepi hitam tebal. Bentuk polos ini cepat dibuat dan langsung terbaca.
Tag. Tag I di sini justru mirip i kecil: satu goresan yang sedikit miring dengan titik lonjong yang terpisah di atasnya.
Grafiti huruf i kecil
Huruf i kecil berupa batang pendek dengan titik di atasnya, jadi tidak perlu topi seperti kapitalnya, karena titik itu sudah memberi tahu pembaca. Pada gambar bubble di atas, titiknya bulat dan hampir menempel ke batang, sehingga keduanya terlihat seperti satu bentuk. Kalau kamu menggambarnya sendiri, sisakan jarak yang jelas supaya titik tidak menyatu dengan batang setelah diberi garis tepi.
Kesalahan umum saat menggambar huruf I
- I terlalu tipis. Tulisan tampak berlubang di tempat I, dan huruf di kiri-kanannya terlihat berjauhan.
- Batang polos pada gaya yang kurus, seperti tag atau handstyle. Tanpa topi atau titik, I mudah tertukar dengan l kecil atau angka 1.
- I dan L berderet tanpa beda tinggi, seperti pada ILHAM. Dua batang tegak yang bersebelahan terlihat seperti pagar, jadi tumpuk sedikit atau ubah tingginya.