Jenis-jenis huruf grafiti 3D
Ada tiga jenis 3D yang umum dipakai seniman grafiti: drop shadow, extrude, dan perspektif. Urutannya dari yang paling mudah ke yang paling sulit, jadi pelajari sesuai urutan itu. Setiap jenis memakai keterampilan dari jenis sebelumnya.
| Jenis | Bentuknya | Tingkat kesulitan |
|---|---|---|
| Drop shadow (blok geser) | Bentuk huruf yang sama digeser sedikit ke belakang, tanpa sisi penghubung | Mudah |
| Extrude (blok penuh) | Sudut huruf disambung ke salinannya, jadi sisinya terlihat padat | Sedang |
| Perspektif | Sisi blok mengecil ke arah satu titik hilang, seperti benda sungguhan | Sulit |
Untuk 3D perspektif, tentukan satu titik hilang di pinggir kertas atau di luarnya, lalu tarik garis dari setiap sudut huruf ke arah titik itu dan hentikan di jarak yang sama. Huruf yang dekat dengan titik itu mendapat sisi tipis, huruf yang jauh mendapat sisi lebar. Caranya sama dengan perspektif satu titik hilang di pelajaran menggambar, tetapi gampang meleset, jadi coba dulu pada kata pendek seperti EDI. Generator di halaman ini memakai extrude.
Cara membuat huruf grafiti 3D langkah demi langkah
Cara membuat huruf grafiti 3D: selesaikan dulu huruf dan garis tepinya, tentukan arah cahaya, lalu tarik garis pendek dari setiap sudut ke arah yang berlawanan dengan cahaya. Sambungkan ujung-ujung garis itu sampai membentuk sisi balok, lalu warnai dengan warna yang lebih gelap. Blok 3D selalu digambar setelah huruf dan garis tepinya selesai, di belakang huruf.
- Gambar huruf dan garis tepinya. Mulai dengan pensil tipis. Gaya apa saja bisa, dari huruf blok sampai bubble. Beri jarak antarhuruf sedikit lebih lebar dari biasanya, karena blok 3D butuh tempat.
- Tentukan arah cahaya. Kalau cahaya datang dari kiri atas, blok 3D jatuh ke kanan bawah. Gambar panah kecil di pojok kertas supaya arahnya tidak berubah di tengah jalan.
- Tarik garis bantu yang sejajar. Dari setiap sudut luar huruf, tarik garis pendek dengan sudut dan panjang yang sama. Pada huruf bulat, mulai dari bagian lengkung yang membelakangi cahaya.
- Sambungkan ujung garis. Hubungkan ujung-ujung garis bantu mengikuti bentuk huruf sampai terbentuk sisi balok. Hapus garis yang seharusnya tersembunyi di belakang huruf.
- Kerjakan lubang huruf. Di dalam lubang A, B, D, O, P, Q, dan R, sisi 3D terlihat di tepi lubang yang paling dekat dengan cahaya (kiri atas, kalau cahaya dari kiri atas), bukan di tepi seberangnya.
- Warnai, tebalkan, beri kilau. Isi blok dengan warna yang lebih gelap dari sisi depan huruf, tebalkan garis tepinya dengan spidol, lalu tambahkan kilau tipis di tepi yang menghadap cahaya.
Seberapa dalam blok 3D-nya? Mulailah dari seperempat sampai setengah tebal goresan huruf. Kata pendek dengan huruf gemuk boleh lebih dalam; pada nama panjang, buat dangkal supaya blok tidak menabrak huruf di sebelahnya. Untuk proses lengkap dari sketsa sampai warna, baca panduan cara menggambar grafiti (dalam bahasa Inggris).
Cara mengarsir dan mewarnai blok 3D
Warnai blok 3D dengan versi gelap dari warna isi huruf, atau dengan warna netral gelap seperti biru dongker atau cokelat tua, supaya blok terbaca sebagai sisi yang membelakangi cahaya dari benda yang sama. Hitam polos juga bisa, tetapi di samping garis tepi hitam hasilnya sering terasa berat.
- Dua tingkat gelap: buat sisi bawah blok lebih gelap daripada sisi samping. Kesan dalamnya bertambah tanpa garis tambahan.
- Arsiran garis: garis tipis yang sejajar di atas blok, semuanya dengan sudut yang sama, mirip 3D old school di gerbong kereta New York.
- Tepi terang: garis terang tipis di tempat blok bertemu sisi depan huruf memisahkan keduanya dan membuat huruf terlihat lebih tajam.
- Kilau: goresan putih kecil di tepi yang menghadap cahaya, di sisi yang sama pada semua huruf.
Di kertas, pakai spidol gelap atau pensil 2B untuk blok dan pena gel putih untuk kilau; garis di dalam blok boleh lebih tipis daripada garis tepi huruf. Kalau memakai pilox (cat semprot), kerjakan di kanvas, papan, tembok legal, atau tembok yang sudah diizinkan pemiliknya.
Kesalahan umum saat membuat huruf grafiti 3D
Kebanyakan huruf 3D yang terlihat aneh punya salah satu dari tiga masalah: blok mengarah ke arah yang berbeda-beda, kedalamannya berubah dari huruf ke huruf, atau sisi 3D muncul di tepi yang salah di dalam lubang huruf. Perbaiki tiga hal itu, dan hurufmu akan terlihat jauh lebih padat.
- Arah campur aduk. Semua blok harus ke sisi yang sama. Di generator, satu pengaturan Arah 3D berlaku untuk semua huruf; di kertas, cek lagi panah kecil di pojok.
- Kedalaman tidak rata. Ukur garis bantu pertama dengan penggaris, lalu pakai ukuran itu di semua sudut.
- Lubang terbalik. Ini kesalahan yang paling sering. Kalau ada yang terasa janggal, periksa lubang A, O, dan R lebih dulu.
- Blok lebih terang dari sisi depan huruf. Blok ada di sisi yang membelakangi cahaya, jadi warnanya harus lebih gelap.
- Blok kaku di huruf bulat. Pada huruf bubble, tepi belakang blok juga harus melengkung. Lihat contohnya di halaman huruf bubble (dalam bahasa Inggris).
Membuat grafiti huruf 3D online dengan generator
Untuk membuat grafiti huruf 3D online, ketik namamu di generator di atas lalu buka tab Efek. Kedalaman 3D membuat blok lebih dalam, Arah 3D memutar arah blok, Bayangan menambah bayangan lembut di belakang kata, dan Kilau serta Kerlip menyalakan atau mematikan garis kilau dan bintang kecilnya. Warna diganti di tab Warna, lalu tekan Unduh PNG atau SVG. Pilih Tanpa latar di tab Latar kalau kamu butuh PNG transparan.
Hasilnya gambar datar yang 3D-nya jadi bagian dari gambar, seperti 3D yang dilukis seniman grafiti. Cocok untuk thumbnail, poster, stiker, dan kaos, tetapi bukan model 3D untuk Blender atau cetak 3D. Untuk huruf kotak yang tebal, coba gaya Blok; untuk huruf grafiti sambung, gaya Sambung punya 3D tipis. Contoh cepat: MANTAP dalam gaya 3D di generator huruf grafiti. Wild style juga bisa diberi 3D, tetapi setiap panah butuh bloknya sendiri (lihat wild style, dalam bahasa Inggris).